SEKILAS INFO

     » Selamat Datang Di Website Dinas PU Pengairan Kabupaten Madiun
Senin, 02 Mei 2016 - 14:23:14 WIB
Semua Proyek Wajib Klir

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Umum - Dibaca: 211 kali

MADIUN – Seluruh kontraktor pelaksana yang menjadi rekanan proyek Pemkab Madiun diminta untuk tidak bersikap tinggal glanggang colong playu. Agar setiap proyek yang dikerjakan benar-benar rampung secara tuntas. Baik dari sisi kualitas pengerjaan maupun kelengkapan administrasinya.

Hal itu ditegaskan Wakil Bupati (Wabup) Madiun Iswanto saat inspeksi mendadak (sidak) proyek rehabilitasi daerah irigasi Kaliabu di Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri dan proyek rehabilitasi saluran Bangunsari di Desa/Kecamatan Mejayan, kemarin (5/4). ‘’Setiap proyek harus dikerjakan secara klir. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga finishing-nya,’’ tegasnya.

Saat disidak wabup dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Cipta Karya kemarin, proyek rehabilitasi daerah irigasi Kaliabu di Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri telah rampung. Proyek senilai Rp 331.400.000 itu selesai sebelum habis masa kontrak 27 Mei mendatang. ‘’Secara fisik memang sudah terselesaikan, tetapi masih perlu dirapikan,’’ terangnya.

Kondisi saluran sepanjang 408 meter dengan lebar 120 sentimeter garapan CV Andhita itu memang perlu segera dirapikan. Sebab di sekitar bibir saluran hingga kini masih banyak tertinggal bekas tanah urukan material. ‘’Bekas galian itu perlu dibersihkan agar saat turun hujan nanti tidak meluber masuk ke saluran,’’ ungkapnya.

Sedangkan proyek rehabilitasi saluran Bangunsari di Desa/Kecamatan Mejayan senilai Rp 149.100.000 juga sudah kelar 100 persen. Untuk proyek garapan CV Andhita ini, Iswanto mengingatkan agar proses kelengkapan administrasi turut segera diselesaikan. ‘’Sebab kelengkapan administrasi itu juga bagian dari serapan proyek,’’ imbuhnya.

Kepala DPU Pengairan Kabupaten Madiun, RM Hekso Setyo Raharjo, menegaskan, pengerjaan proyek infrastruktur pengairan relatif cepat. Sebab jauh hari sebelumnya pihak DPU BMCK terlebih dahulu melakukan survei di lapangan. ‘’Pekerjaan proyek di lingkup satker kami memang cenderung cepat. Sebab memang kami sudah punya bank data yang lengkap sebelum merealisasi setiap proyek yang ada,’’ tegasnya.

Tahun ini, DPU BMCK Kabupaten Madiun mengampu 32 paket pekerjaan proyek dengan total nilai sekitar Rp 28 miliar. Meliputi pembangunan dan pemeliharaan irigasi hingga pengerukan sedimentasi dan perbaikan dinding saluran air. ‘’Upaya perbaikan infrastruktur pengairan sejauh ini sudah cukup progresif,’’ tandasnya. (mg6/fin/eba)